Rute Jak 14: Tanah Abang ke Meruya ada Apa saja?

Biasanya, gw semangat banget buat ngebahas tentang rute transportasi umum. Tetapi kali ini, saya punya hubungan love-hate relationship dengan rute JAK 14.

Di satu sisi, waw jalurnya enak banget, bisa ke Tanah Abang, Pasar Palmerah, dll. Tetapi di sisi lain… Waw… RAMAI ya… MACET ya…

Bukan dia yang bersalah, tetapi saya yang tidak mampu… that hurt me more than it hurt you, okay?

Apa itu Rute JAK 14?

Rute JAK 14 adalah salah satu dari jalur MikroTrans di Jakarta, yang berjalan dari Tanah Abang hingga Meruya dan sebaliknya.

Bagi kalian yang sudah tinggal di Jakarta untuk lama, kata-kata “Tanah Abang” pasti bikin kulit merinding… Ngerti kok. Bagi yang baru merantau, siap-siap ya 🙂

Seperti sebagian besar rute MikroTrans lainnya, JAK 14 beroperasi dari jam 05:00 – 22:00. Tetapi jujur, baikan kalian datang seawal mungkin kalau mau pakai rute ini.

Tingkat Kemacetan dan Keramaian JAK 14

Pada bagian ini, gw seringkali langsung membahas tentang lokasi-lokasi notable di jalur topiknya. Contohnya di blog pembahasan JAK 53.

Namun, gw kali ini mau bahas dulu tentang tingkat kemacetan dan keramaiannya. Karena parahnya gak main-main untuk JAK 14.

Jadi, dia mulainya dari Meruya ke Tanah Abang dan sebaliknya. Bagi yang tidak tahu, Tanah Abang itu infamous di Jakarta karena di sana PASTI selalu macet.

Itu red flag pertamanya. Tetapi, itu makin diperparah dengan lokasi-lokasi yang dilewatinnya, mencakup pasar, sekolah, hingga stasiun Palmerah, jadi banyak penumpangnya.

Dan ini bukan di satu-dua bagian rutenya saja ya, tetapi di semuanya. Makannya saya bilang, kalau beneran pede mau pakai jalur JAK 14, kalian harus siapin mental terlebih dahulu.

Jujur, kalau lokasi-lokasi di sepanjang rutenya gak strategis bet, gw gak akan peduliin. Tetapi ya, faktanya beda, BANYAK notable places Jakarta di sini.

Baca Juga: Tentang JakRute.

Rute JAK 14 Bisa Kemana Saja?

Kalau sudah baca sampai sini – selamat, Anda pede. Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah beberapa lokasi penting di rute JAK 14:

1. Tanah Abang & Stasiun Tanah Abang

Yah, meski gw daritadi ngesinggungin tempat ini, Tanah Abang itu justru bisa merupakan surga bagi banyak orang. Hal ini karena satu kata – Murah.

Gak heran ya karena TA itu adalah pusat grosir, lebih terkenalnya di tekstil dan pakaian sih. Iya, lebih murah dari Uniql* dengan kualitas yang sepadan. Dan gak bisa dilupakan juga yaitu stasiun Tanah Abang… Macet versi pejalan kaki itu mah.

Tetapi ingat ya, datang di sini = Jaminan macet, baik di luar jam sibuk atau tidak, apalagi saat hujan macetnya gila. Halte bus yang bisa pakai itu banyak, tergantung kalian maunya di bagian mana:

  • JPO Blok G (Kalau dari Meruya -> Tanah Abang, turun sini)
  • Transjakarta Tanah Abang 1
  • Tanah Abang Blok G
  • Blok F

2. Pasar Meruya Ilir

Berbolak-baliknya adalah Pasar Meruya Ilir. Kalau Tanah Abang itu “bos terakhir” di timur, Pasar Meruya ini adalah “benteng terakhir” di ujung barat rute JAK 14.

Jujur, kalau kalian belum pernah ke sini, bayangannya jangan kayak mall atau pasar modern yang fancy ya. Ini adalah pasar tradisional warga lokal yang vibe-nya “Jakbar Banget”.

Untuk haltenya simpel aja, berhenti antara di halte Pasar Meruya Ilir atau Ruko Meruya Ilir.

3. BINUS University & Rawa Belong

Nah, ini dia sektor yang bikin JAK 14 nggak pernah sepi penumpang: markasnya para mahasiswa. Kalau kalian lihat ada banyak anak muda bawa tas laptop, muka-muka ngantuk, atau yang dandanannya stylish tapi tetap keringatan, kemungkinan besar mereka mau turun di sini.

Rawa Belong itu bukan cuma soal kampus BINUS, tapi juga pusatnya kehidupan di daerah situ. Mau cari kosan? Ada. Mau cari fotokopi jam 12 malam? Ada. Mau cari makan? ADA, murah lagi, surga anak rantau.

Berhenti di halte Binus University Rawa Belong atau halte Seberang Jalan KH Syahdan. Kalau tujuannya kampus Syahdan, lokasi turunnya sama tetapi harus jalan sekitar 5-10 menit ya.

4. Pasar Palmerah & Stasiun Palmerah

Iya, lagi-lagi pasar, tetapi yang ini letaknya di Palmerah. Sebenarnya gw gak bisa ngomong banyak sih tentang sini, seperti pasar biasa pada umumnya saja.

Tetapi, sebagian besar orang yang naik rute JAK 14 sering kali datang ke sini bukan pasarnya, tetapi karena bus stop-nya yang berdekatan dengan Stasiun Palmerah.

Berhentinya bisa di antara halte Seberang Pasar Palmerah atau di Pasar Palmerah 2, tetapi biasanya gw berhenti di halte yang pertama biar lebih cepat, meski harus sebrang jalan dikit.

5. Lokasi-lokasi Lainnya

Selain lokasi-lokasi tersebut, jalur ini juga melewati tempat-tempat lain seperti Rumah Sakit Bhakti Mulia dan Slipi, dan Puskesmas Kebon Jeruk.

Yang itu tidak saya bahas secara intensif ya di blog kali ini, karena emang kalian mau penjelasan detail mengenai rumah sakit? Yah, setidaknya kalau sepanjangan jalan kalian mulai kena mental, setidaknya ada akses mudah ke UGD 😀

Jadi, apakah JAK 14 layak dicoba? Kalau kalian punya stok sabar setebal kamus atau emang mau ke Tanah Abang dengan cara hemat, go for it. Tapi kalau lagi buru-buru atau gampang emosi karena klakson, mending pikir-pikir lagi deh.

CATEGORIES:

MikroTrans

Comments are closed

Latest Comments