Tentang JakRute

Cerita kami bermulai ketika pemiliki JakRute, Bestoto Ferninand, pertama kali tiba di Jakarta untuk menjalankan edukasi perguruan tinggi. Sebagai anak kampungan, yah tentu saja dia agak syok melihat infrastruktur Jakarta yang jauh lebih canggih, “Waw, keren juga… macet tapi.”

Kalian bisa relate, situasi finansial anak kosan ya… Gitu-gitu aja, harus min-max banget terus. Tetapi kan ini kota besar, mal, cafe, dan lain banyak-banyak, kok di kosan bae? Yaudah, mau nggak mau harus rela keluarkan anggaran untuk berkeliling kota.

Pas ketemuan dengan teman-teman, mereka bilang. “Lah, kan ada TransJakarta ama JakLingko?”. Apa itu dah, macam istilah-istilah ajaib pas itu. Alangkah ternyata, dia menyadari bahwa Jakarta sebenarnya memiliki sistem transportasi umum yang sangat interconnected… dan lebih pentingnya murah.

Dan murah sih murah ya cuman… Astaga informasi seputar rutenya itu gak jelas banget deh. Ini bus stopnya mana sih? Rute ini kemana sih? Mau ke mall ini pakai yang mana sih? Gak. Jelas. Mau cari informasinya jujur lebih stres daripada materi kuliah saat itu, harus banyak trial and error.

Jadi, mau gak mau yah harus coba naik aja masing-masingnya, mendingan daripada nganggur di kosan juga. Dan dari percobaan selama 4 tahun itu, ia berhasil menemukan rute-rute paling optimal untuk mencapai berbagai lokasi di Jakarta, dari tempat wisata seperti Mal Grand Indonesia, hingga Pelabuhan Tanjung Priok.

Nah… Fast-forward ke sekarang, dia memulai blog JakRute dengan tujuan untuk memberikan informasi jelas tentang masing-masing rute tranportasi umum di Jakarta, baik itu TransJakarta maupun JakLingko (TransMini). Gak usah bingung lagi deh macam dia sebelumnya, hore!

Ada pertanyaan khusus? Boleh kontak di sini ya!